Sabtu, 08 Oktober 2011

KAPOTA MOTORSPORT KEJURDA ROAD RACE IMI JABAR 2010 SERI 5 GUBERNUR JABAR CUP MINGGU, 7 NOVEMBER 2010 SIRKUIT SUBANG



OtomotifZone.com – Jawa Barat, Kata yang tepat ditujukan untuk IMI Jabar dalam kurun waktu 2 bulan berturut-turut digeber event balap bergengsi. Baik yang berskala regional maupun nasional. Ceceran oli dan bensol belum kering di siruit permanen subang bekas gelaran Moto Prix minggu lalu, minggu ini langsung diasapi kembali oleh raungan motor kenceng dari pembalap dan team penjuru Jawa barat untuk memperebutkan supremasi tertinggi prestasi Balap roda dua.
Meskipun kelengkapan sirkuit masih dalam proses pengerjaan, tetapi tidak menyurutkan animo Racer Jabar untuk terus kejar prestasi sebagai bekal untuk bertarung dilevel yang lebih tinggi lagi.
Ketika OZ mengkonfirmasi pihak terkait, yang kebetulan event ini dibuka oleh Drs.Odjang Sobandi selaku Wakil Bupati Kab. Subang menjelaskan dan memberi keterangan dengan gambling. “Kenapa Pemda berani membuat sirkuit ini karena kecintaan terhadap anak muda, tujuannya adalah mengarahkan serta memberi fasilitas generasi muda untuk menyalurkan hoby kebut-kebutan. Harapannya, bermunculan atlit balap Lokal Subang yang berbakat” Tandasnya berapi-api.
Eduunnn…… itu kata yang pas untuk Kapota Motorsport. Padatnya jadwal event Jabar tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap menggelar balap kuda besi ini. Tak tanggung-tanggung, 15 kelas yang dilombakan, yang terbagi menjadi 6 kelas wajib dari IMI dan omr Honda serta ditambah kelas supporting race mampu dilahap dengan cukup 31 race. 260 starter saling berlaga adu kebut yang disaksikan oleh 3000 pasang mata warga subang dan sekitarnya.

“Saya tadinya sempat khawatir dengan event ini, karena takut pembalap Jabar jenuh, karena terus menerus digeber balap berturut-turut. Tapi kenyataan sirna, apalagi dah menjadi tradisi pembalap Jabar yang mendaftar saat-saat terakhir sebelum bendera start dikibarkan, “kekeh Haris Tommy dengan senyum sumringah tanda acara ini mantap dan lancar jaya.
4 jempol mungkin belum cukup untuk IMI Jabar ini, triple sukses mungkin pantas disandangnya. Sukses dalam pembinaan pembalap, setelah Anggi Permana sukses menyabet gelar juara nasional Motoprix, tidak tanggung-tanggung menyabet juara nasional MP 1 dan MP2. Event ini juga telah melahirkan bibit handal yang beberapa tahun kedepan sangat menjanjikan dan menjadi andalan IMI Jabar untuk menaikan nilai jual pembalap. Ada Adi Bontot, Aditya Herdiana, Alvus Saputra, Jafar Munir. Kemudian the rookie di MP 5 dan MP 6, Asep Kurnia dari team Kartika racing team anak didik M.Fadli pembalap nasional ini lambat laun bisa bertengger dibarisan depan.
Suksesnya event ini juga diamini oleh H.Deden Ganda Saputra yang menjabat sebagai ketua Juri dan kabid. Pariwisata IMI Pengprov jabar ini menandaskan, bahwa IMI Jabar tidak henti-hentinya membina bibit-bibit baru sehingga Jabar tetep terbaik.. pastii boss.

Perbedaan CDI BRT Neo Dualband dan CDI BRT Neo Hyperband



   Piranti pelepas limiter putaran motor alias CDI, kini makin banyak dicari orang. Banyaknya CDI lokal yang punya kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, membuat makin banyak orang yang mencarinya untuk menambah performa tunggangan kesayangannya. Salah satu merek CDI lokal yang laris manis bak kacang adalah CDI BRT. Sudah banyak orang yang mengaplikaksikan CDI ini ke tunggangannya, alasannya bermacam – macam, ada yang karena harganya terjangkau,awet,bikin irit,kualitas yang tidak kalah dengan produk luar dan mampu menembus pasar internasional. Nah bagi para awam yang sudah menetapkan ingin membeli CDI BRT tapi tidak tahu mau beli yang tipe apa, OM kupas tentang CDI BRT Dualband dan CDI BRT Hyperband karena ini cocok dengan pengendara yang ingin tunggangannya makin bertenaga tapi tidak mau repot alias tinggal plug n play aliasnya lagi tinggal pasang dan produknya yang mudah dicari. Berikut penjelasannya


dan yang ini adalah yang Dualbandnya


Nah semoga brader yang lagi bingung mau pilih CDI brt yang mana,ini bisa jadi refernsi buat brader.









sumber ; brt

Analisi Keraguan YMKI Terhadap R15 Version 2.


Yamaha R15 version 2.0 memang sangat fenomenal. Walaupun peluncurannya di negara asal Bollywood tapi mampu membuat heboh di Indonesia dan kehadirannya sangat dinanti. Namun kehadiran R15 di Indonesia memiliki kemungkinan yang sangat kecil. YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) selaku ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) ragu untuk melaunchingnya dimari walaupun animonya sangat besar.
Pada akhirnya YMKI menegaskan akan fokus ke Byson dan Vixion walaupun kemungkinan akan hadir di Indonesia tapi tidak tahu pada tahun berapa akan muncul. Nah yang jadi pertanyaan, kenapa YMKI terlihat ragu?
OM mempunyai 4 poin yang menjadi 2 opini, yaitu harga, kapasitas produksi, selera dan pasar. YMKI sepertinya paling ragu pada harga jualnya dan berhubungan erat dengan kapasitas produksi. Lah...memangnya kenapa OM berhubungan dengan kapasita produksi?Iya sabar ini mau dijelasin. YMKI tidak mungkin memasarkan R15 version 2.0 dengan harga yang sama dengan di India. Penyebabnya karena harga jual motor sport kelas mid end di Indonesia saja sudah di atas 18 juta rupiah, tidak mungkin kan harga motor high end sama dengan mid end walaupun sebenarnya kita sebagai konsumen malah kepengen seperti itu...hehehe.

Tapi jadi iri juga ya sama India tapi ya apa boleh buat, perkembangan ekonomi India jauh lebih baik dari Indonesia. Jika R15 di keluar dalam bentuk CKD pada tahun ini juga kecil kemungkinannya karena kapasitas produksi untuk tahun 2011 ini sangat terbatas. Ga lucu kan jika harus inden lama seperti Byson? Kemungkinan yang lumayan besar adalah impor langsung dari India alias CBU. Rentang harga yang pas adalah di atas 30 juta rupiah dan dibawah 33 juta rupiah. Di bawah 30 juta rupiah tidak mungkin karena akan memakan Vixion dan juga tidak mungkin di atas 33 juta karena orang akan memilih lawan. Tapi harus dengan syarat, yaitu sang lawan tidak di CKD kan karena ada kemungkinan lawan di CKD jika Yamaha R15 meluncru dimari.

Berdoa sajalah jika kapasitas produksi pada tahun depan benar meningkat, maka R15 bisa meluncur atau yang sudah tidak sabar bisa membangun Yamaha R15 "wannabe" .